This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Welcome to our website. Neque porro quisquam est qui dolorem ipsum dolor.

Lorem ipsum eu usu assum liberavisse, ut munere praesent complectitur mea. Sit an option maiorum principes. Ne per probo magna idque, est veniam exerci appareat no. Sit at amet propriae intellegebat, natum iusto forensibus duo ut. Pro hinc aperiri fabulas ut, probo tractatos euripidis an vis, ignota oblique.

Ad ius munere soluta deterruisset, quot veri id vim, te vel bonorum ornatus persequeris. Maecenas ornare tortor. Donec sed tellus eget sapien fringilla nonummy. Mauris a ante. Suspendisse quam sem, consequat at, commodo vitae, feugiat in, nunc. Morbi imperdiet augue quis tellus.

Senin, 16 Mei 2016

Ternyata Keamanan whatsApp Tembus

McAfee Klaim Tembus Whatsapp – Kemajuan informasi digital memang tak dapat dipungkiri lagi. Informasi digital saat ini melibatkan banyak pihak walaupun tidak terlihat secara langsung. Sebagai contoh saja, untuk mengirim email pihak yang terlibat saja sudah ada banyak. Mulai dari ISP, server, penyedia jasa email, server penyedia jasa email, dan lain-lain. Logikanya, semakin banyak pihak yang campur tangan dalam penguasaan informasi digital akan semakin banyak pula risiko bocornya informasi tersebut. Baik sengaja maupun tidak sengaja.
Berbicara tentang privasi, saat ini aplikasi yang membutuhkan perlindungan privasi tingkat tinggi adalah instant messenger. Secara konsep, aplikasi tersebut akan digunakan untuk berkomunikasi apapun juga. Apalagi dengan munculnya fitur-fitur tambahan macam berkirim gambar, voice note, atau send location, tentunya aplikasi instant messenger patut menjadi sasaran empuk oleh pemburu privasi yang tidak bertanggung jawab.
Memahami hal tersebut, Whatsapp selaku penyedia instant messenger(IM) kekinian membuat konsep end-to-end-encryption. Penerapan konsep ini ibaratnya memberikan password otomatis yang hanya dapat diakses oleh ponsel pintar yang dituju. Tentu saja, kehadiran fitur tersebut memberikan keamanan lantaran ISP, server, maupun pihak lain tak akan mampu membaca pesan yang dikirimkan via Whatsapp tersebut. Tentunya, hal ini juga berlaku kepada hacker yang biasanya suka melakukan tapping koneksi dalam melakukan pencurian data.
Walaupun pemikirannya begitu, namun nampaknya Whatsapp tak bisa senang dulu. Pasalnya, John McAfee dan tim di Kolorado telah mengumumkan bahwa secara teknis enkripsi tersebut tak ada gunanya. Hal yang menarik, masalahnya bukan pada proses enkripsi yang jelek ataupun keamanan Whatsapp yang tidak apik. Bisa dibilang kesalahan ini malah muncul dari platform Android yang digunakan oleh Whatsapp untuk berjalan.
Dilansir dari Okezone (17/5/2016), John McAfee memang telah menemukan lubang di robot ijo tersebut. Lubang tersebut mampu mengeksploitasi Whatsapp sebelum pesan tersebut dirender dalam bentuk enkripsi. Alhasil ketika sebuah pesan terenkripsi, semua sudah terlambat karena pencurian data sudah dilakukan sebelum itu.
Mengetahui hal tersebut, McAfee telah melaporkannya ke Google dan memintanya untuk menjelaskan lubang tersebut. Menariknya, pengambilan data tersebut tidak membutuhkan akses root. Hal ini berarti, secara sederhana semua orang memiliki potensi untuk melakukan pencurian data tersebut tanpa harus bersusah payah.