Untuk
bisa menatap matahari secara langsung, kita harus menyingkirkan
setidaknya 99,9968% dari energi yang diterima dari matahari. Angka ini
(terutama pada dua digit terakhir itu) jelas bukan angka mistis yang
turun dari langit.
Besaran itu didapat dari hasil pengukuran yang akurat
terhadap energi yang dipancarkan matahari berbanding yang mampu
diterima oleh organ retina mata tanpa merusaknya. Ini bisa diperoleh
lewat filter khusus untuk pengamatan matahari, yang hanya menyalurkan
setidaknya 0,0032% cahaya.
Cara-cara semacam melihat
melalui film, pita magnetik, CD, gelas buram, dan sebagainya itu
sebenarnya masih belum cukup aman untuk melindungi retina dari
kerusakan. Tapi itu bukan berarti kita harus mengurung
diri dalam rumah saat terjadi gerhana.
Berada diluar rumah pada saat
gerhana matahari sama amannya (atau sama berbahayanya) dengan berada di
luar rumah pada hari-hari biasa, sepanjang kita tidak menatap langsung
ke arah matahari. Namun pada saat matahari berada dalam fase gerhana
total, adalah aman untuk menatap matahari secara langsung (ingat, hanya
pada saat fase total!).
Penjelasan ilmiahnya, karena walaupun ukuran (diameter) bulan 400 kali lebih kecil dari matahari, letaknya juga 400 kali lebih dekat. Dengan demikian, saat fase total, ketika bulan tepat berada segaris dengan matahari, ukuran bulan akan tepat sama besar dengan ukuran piringan matahari, dan secara efektif akan menghalangi bagian matahari yang paling terang dari pengelihatan. Saat itu kita bisa sejenak meninggalkan peralatan filter untuk menatap pemandangan langka itu: matahari dengan gemerlap koronanya yang bependar ditengah gelapnya langit siang hari.
Bagi
ummat Islam, peristiwa gerhana dianggap sebagai tanda kekuasaan dan
kebesaran Allah Subhanahu wa ta'ala. Karenanya peristiwa gerhana
mempunyai kekhususan bagi ummat Islam. Bila gerhana terjadi ummat Islam
dianjurkan untuk melakukan shalat gerhana, satu-satunya shalat yang
dianjurkan atas suatu kejadian alam. Selain itu, peristiwa gerhana
merupakan cara mencocokkan perhitungan perhitungan waktu bagi para ahli
hisab. Gerhana matahari sebenarnya merupakan ijtimak yang teramati
(observable newmoon) yang amat penting dalam perhitungan kalender Islam.
Dalam keadaan biasa ijtimak (segarisnya bulan dan matahari) tidak
teramati. Satu-satunya tanda telah tejadi ijtimak adalah teramatinya
hilal. (Anda bisa melihat di gerhana.langitselatan.com).
Share yuk mudah-mudahan menjadi pintu kebaikan bagi anda dengan tersebarnya ilmu kepada saudara-






0 komentar:
Posting Komentar